Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2012/02/hidup-adalah-sebuah-tantangan.html[/postlink]
Jadilah pribadi yang Bermanfaat…
Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah…
Seperti pohon yg selalu tegak berdiri,
walau diterpa angin badai sekalipun...

Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya,              
hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu,
tapi membalas dengan buah...

Hidup adalah sebuah Tantangan...


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/05/mendidik-anak-tanpa-kekerasan.html[/postlink]
Seringkali orangtua menanyakan ke saya "Anak saya ini kalau diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?". Mendengar pertanyaan ini, seringkali saya jawab dengan singkat "Kenapa musti harus dengan kekerasan?". Dan seringkali saya menceritakan kisah di bawah ini agar mereka mengerti apa maksudnya Mendidik Anak Tanpa Kekerasan.


Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi, memberi ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu kisah dalam hidupnya:
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orangtua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, ditengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.


Pada suatu saat, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya mengerjakan beberapa pekerjaan tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.


Pagi itu setiba di tempat konferensi, ayah berkata "Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama." Segera saja saya menyelesaikan pekerja pekerjaan yang diberikan oleh ayah dan ibu. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjuk pukul 17.30, langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00!!!


Dengan gelisah ayah menanyai saya "Kenapa kau terlambat?". Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton bioskop sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga engkau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkanlah ayah pulang berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."


Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.


Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Seringkali saya berpikir mengenai kejadian ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik tanpa kekerasan ? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu, menyadarinya sedikit dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terasa kemarin. Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.


Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat di bawah sadar seorang anak maka informasi itu akan langsung mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis yang sangat kuat. Apakah hal sebaliknya bisa terjadi? Ya bisa saja! Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai. Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri yang kuat dan terlatih. Janganlah bertindak karena reaksi spontan belaka dan kemudian menyesal setelah melakukannya.


Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang ke masa di mana anak-anak kita masih kecil sekali maka di masa itulah semua "bibit" perilaku dan sikap ditanamkan. "Bibit" perilaku dan sikap inilah yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. Siapakah yang menanamkan "bibit" perilaku dan sikap itu untuk pertama kalinya? Ya anda pasti sudah tahu jawabnya, kitalah orangtua yang menanamkan segala macam "bibit" perilaku dan sikap itu.


Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan pengasuhnya (baby sitter)? Ya berdoalah semoga pengasuh anak anda mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak anda secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) anda mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, berucap dan bertindak dengan baik agar anak anda memperoleh "bibit" sikap dan perilaku yang baik.


Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu "sebab". Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan "akibat" dari suatu "sebab" yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi "akibat" tanpa "sebab"? Mungkinkah anak kita berbohong tanpa sebab, mungkinkah anak kita "nakal" tanpa sebab, mungkinkah anak kita rewel tanpa sebab? Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang bagaimana bertindak dan bersikap?


Sewaktu kita mempunyai anak maka kita menjadi orangtua, tetapi kita tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua. Kita mempunyai pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita sendiri dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?


Perlakukan anak-anak seperti kita ingin diperlakukan! Jangan perlakukan anak-anak seperti apa yang dilakukan orangtua pada kita.
Wish you become the best parents in the world !

Mendidik Anak TANPA Kekerasan


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/03/memanfaatkan-momentum.html[/postlink]
Dalam kehidupan kita sering mengalami jatuh bangun. Ada kalanya kita semangat mengerjakan sesuatu, dan ada kalanya kita merasakan malas yang teramat sangat. Ada suatu masa di maka kita menjadi seorang yang taat dan ada masa yang lain ketika kecenderungan bermaksiat menjadi sedemikian kuat.
Ketika Anda sedang semangat, maka sebenarnya ada energi yang menggerakkan semangat tersebut. Dia akan terus menerus bergerak sampai ada yang menghentikannya. Secara natural tentu tidak mungkin kita dalam kondisi prima terus menerus sehingga selalu berbuat yang terbaik. Ada kalanya kita dilanda rasa jenuh, malas dan cenderung destruktif.
Cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan momentum di saat-saat yang terbaik muncul. Ketika Anda sedang bersemangat melakukan suatu hal, manfaatkanlah segera untuk melakukan hal-hal yang selama ini Anda malas mengerjakannya. Momentum tersebut harus segera dimanfaatkan karena jika tidak, ada masanya dia akan habis.
Sama halnya ketika hati Anda condong pada ketaatan, manfaatkanlah untuk melakukan ibadah yang baik, berbuat amal yang baik sebanyak mungkin karena ada masanya pula hal tersebut berhenti. Tentunya dengan tetap memperhatikan hati jangan sampai terselip ria atau kesombongan karena bisa berbuat baik.
Orang yang beruntung adalah orang yang bisa memanfaatkan momen-momen terbaiknya sebesar-besarnya. Ketika momen terbaik tersebut mulai hilang, maka mereka akan segera mengusahakan agar momen terbaik tersebut kembali muncul, demikian seterusnya.
Satu hal penyakit yang sering melanda kita adalah: kemalasan dan suka menunda. Malas akan menghilangkan momentum yang sedang muncul. Mirip dengan gaya yang menghambat benda sedang bergerak. Sikap suka menunda berarti menghilangkan kesempatan yang muncul. Padahal kesempatan tidak akan datang setiap waktu dan hanya muncul pada saatnya tiba saja. Ketika suatu kesempatan hilang, maka dia tidak akan kembali. Yang ada adalah menunggu sampai kesempatan baru muncul.
Nabi mengajarkan kita untuk memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara yang lain:
  • Sehat sebelum sakit
  • Kaya sebelum miskin
  • Lapang sebelum sempit
  • Muda sebelum tua
  • Hidup sebelum mati
Itulah momentum yang kita miliki dalam kehidupan. Jika sekarang kita sehat, manfaatkanlah kesehatan tersebut untuk berbuat hal terbaik sebelum kita sakit dan tidak dapat melakukannya lagi.
Jika kita sekarang memiliki kekayaan, manfaatkanlah dengan baik. Bantulah orang yang membutuhkan karena akan ada masanya kita tidak lagi dititipi kekayaan tersebut.
Jika kita punya waktu luang, banyak kesempatan, manfaatkanlah sebaik-baiknya karena mungkin sebentar lagi akan tiba saat kesempitan di mana kita disibukkan dengan berbagai urusan.
Jika kita masih muda, masih kuat, pikiran masih jernih, pergunakanlah dengan tepat agar tidak menyesal ketika sudah tua nanti. Jangan berpikir untuk berbuat sesuatu yang baik setelah tua nanti, karena siapa yang tau apakah kita sempat menjalani masa tua? Kalaupun ya, apakah kita masih punya kesempatan berbuat apa yang dulu kita tinggalkan?
Dan selama kita masih bernafas, masih diberi kesempatan hidup, manfaatkanlah sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat, amal-amal yang soleh karena akan tiba masanya cepat atau lambat kita akan mati. Umur tidak akan dipercepat atau diperlambat.
Jadi tunggu apa lagi, manfaatkanlah setiap kesempatan yang masih kita miliki saat ini sebelum momentum-nya hilang dan berganti dengan kesempitan...

Memanfaatkan Momentum


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/03/mengenal-diri-kita-sendiri.html[/postlink]Saat kita ditanya, apakah kita ingin memperbaiki diri, kita pasti menjawab iya. Kita ingin menjadi lebih baik, lebih bahagia, lebih sehat, lebih kaya, lebih shaleh, pokoknya lebihlah. Tetapi apa yang terjadi? Dari beberapa survey, orang yang menuliskan tujuannya masih dibawah 5%, padahal tujuan merupakan arah saat kita akan menuju keadaan yang lebih baik. Tujuan seperti peta disaat Anda melakukan perjalanan jauh.

Adalah terlalu sombong jika kita merasa bahwa kita bisa berjalan sepanjang puluhan tahun ke depan, tanpa petunjuk yang jelas. Padahal ketidak pastian begitu banyak didepan kita, ibarat jalan yang bercabang yang bisa membingungkan kita saat kita menempuh perjalanan.

Suatu peta akan bermanfaat saat kita tahu posisi kita. Peta menjadi tidak berguna jika kita tidak mengetahui posisi kita. Jadi kita harus tahu ada dimana dan kita akan kemana, yang akan membuat perjalanan kita makin lancar dan jelas serta cepat.

Mengetahui posisi diri tiada lain adalah mengenal diri sendiri. Baik mengenal kecerdasan Anda, bakat, hobi, watak atau sikap dominan Anda, dan tidak lupa lingkungan terdekat kita. Sebenarnya masih banyak aspek yang perlu kita kenali, semakin banyak yang kita kenali tentang diri sendiri akan semakin baik.

Kita akan melihat, dengan mengenal diri sendiri kita akan sadar akan segala keterbatasan kita dihadapan Allah sehingga membuat kita tidak menjadi orang yang takabur. Di sisi lain kita juga akan sadar bahwa Allah telah memberikan potensi yang tak terhingga pada diri kita untuk mengarungi kehidupan di dunia ini.

Setelah kita mengenal potensi diri kita, kemudian kita akan mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Selain itu kita pun akan tahu potensi apa saja yang belum muncul sehingga kita akan terus menggali berbagai potensi yang belum nampak tersebut. Jika dua hal ini kita lakukan, kita akan menjadi manusia yang bermanfaat di muka bumi ini, insya Allah.

Dengan mengenal diri sendiri kitapun lebih mudah untuk melakukan berbagai perbaikan pada diri sendiri. Kita akan tahu apa yang kurang dan apa yang sudah cukup. Kita akan melakukan perbaikan lebih terarah dan efektif. Perbaikan diri kita pada berbagai aspek bukan hanya untuk mempersiapkan bekal hari esok, termasuk bekal kita di hari akhir nanti.

Mulailah bertafakur tentang diri kita, analisa berbagai aspek tentang kita sedalam dan sejelas mungkin, sehingga kita mengenal siapa kita. Manfaatkan nasihat dan kritik orang lain sebagai umpan balik untuk melihat kekurangan kita. Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman. Tapi bukan berarti kita harus punya musuh...

Mengenal Diri Kita Sendiri


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/03/terampil-memainkan-hidup.html[/postlink]Alangkah beruntung seseorang yang dikaruniai Allah kemampuan untuk memanfaatkan waktu hidup sebelum waktu matinya. Dia senantiasa memanfaatkan setiap detik dari waktunya sebaik mungkin.

Memanfaatkan setiap helaan nafasnya secermat mungkin. Hal tersebut hanya dimiliki oleh seseorang yang terampil memainkan hidup. Allah Yang Maha Adil telah melimpahkan karunia pada hamba-Nya tanpa pilih-pilih.

Dia telah memberikan kesempatan, waktu yang sama. Dia pun telah memberikan keterampilan yang beraneka ragam bagi siapa pun. Dia juga telah membekali manusia dengan akal yang sempurna. Namun tidak semua orang pandai memanfaatkannya.

Banyak waktu, kesempatan terbuang dengan sia-sia. Banyak potensi yang diabaikan begitu saja. Dan tidak sedikit keterampilan yang dibekukan.

Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan akan tujuan hidup. Tidak tahu mau dibawa kemana raga, pikiran, dan harapan. Sangat disayangkan. Sementara waktu bergulir begitu cepat. Kalau tidak dicari tahu ilmunya, bersiap-siaplah untuk terlunta-lunta. Tanpa tujuan yang jelas. Lalu bagaimana caranya agar potensi yang ada dapat bermakna?

Hal pertama dan terutama yang harus kita ketahui dan pahami yaitu mengetahui tujuan hidup. Untuk apa kita hidup? Apa yang akan kita lakukan selama hidup? Apakah mau mencari ridha Allah SWT atau hanya sekadar mencari kehidupan dunia? Potensi atau keterampilan sudah ada tinggal sungguh-sungguh mengoptimalkannya.

Tidak sedikit orang yang hidup untuk mati, akibatnya hidup hanya untuk mereguk kesenangan semata. Tidak pernah memikirkan bahwa sesungguhnya ada kehidupan abadi setelah kematian.
Kedua, buat perencanaan dan target. Misalnya kita ingin menjadi hamba yang dicintai Allah SWT.

Maka buat perencanaan amal nyata. Baik amal ibadah mahdah maupun ghair mahdhah. Ringannya mulai dari aktivitas yang kita kerjakan sehari-hari dulu. Bejibun pekerjaan yang ada di hadapan, akan menumpuk pada suatu waktu dikala tidak ada perencanaan yang jelas.

Walaupun target tinggi, tetap saja keberhasilan tidak akan tercapai. Untuk itu matangkan setiap rencana jangan sampai gagal. Sebagaimana pepatah “Gagal dalam perencanaan berarti merencanakan kegagalan”. Sesuaikan target dengan kemampuan kita. Namun bukan berarti kita menargetkan sekadarnya.

Jadikan target yang tinggi sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dihadapan Allah SWT.

Terampil Memainkan Hidup


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/03/cikaracak-ninggang-batu-laun-laun-jadi.html[/postlink]Pernahkah Anda melihat sebuah batu yang berlubang karena tetesan air?
Sebuah batu yang keras jika ditimpa dengan air meskipun hanya setetes demi setetes tetapi terjadi secara berkesinambungan akan membuat sebuah batu yang keras tersebut menjadi berlubang.
Kenyataan ini telah diamati oleh bijak bestari sehingga muncul suatu peribahasa dalam bahasa Sunda yang bunyinya:

"Cikaracak ninggang batu Laun-laun jadi legok"
Artinya :
"Tetesan air menimpa batu lambat laun jadi lubang"

Maksudnya agar tidak gampang menyerah dalam belajar atau melakukan sesuatu. Meskipun sedikit perkembangan yang dicapai tetapi jika berkesinambungan dan komitmen maka Insya Allah akan mendapatkan hasil.

Air yang lunak bahkan sangat lunak bisa melubangi batu yang sangat keras. Kuncinya ialah komitmen. Bagaimana kerasnya martil tetapi jika tidak ditimpakan ke batu maka batu tidak akan pecah. Yang penting adalah tindakan. Sedikit tidak apa asal terus dilakukan dengan penuh ketekunan dan komitmen, suatu saat hasilnya akan bisa Anda dapat.

Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ketujuan, asal arah yang Anda tempuh benar.

Coba sekarang bayangkan, bagaimana kondisi Anda 10 tahun yang lalu.

Jika 10 tahun yang lalu Anda seorang yang pemalas, dan sekarang masih pemalas, maka 10 tahun kedepan Anda akan tetap pemalas.
Jika 10 tahun yang lalu Anda seorang pemarah, dan sekarang masih pemarah, maka 10 tahun mendatang Anda akan tetap pemarah.
Jika 10 tahun yang lalu Anda masih bergelimang dosa, dan sekarang masih bergelimang dosa, maka 10 tahun mendatang Anda akan tetap begelimang dosa.

Didunia ini tidak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri, maksudnya hidup terus berubah dan berubah yang tidak berubah ya kata perubahan itu sendiri. dari dulu sampai sekarang tetap kata perubahan tidak pernah berubah.

Kecuali, Anda mulai berubah saat ini. Sekarang juga. Jangan berkata akan mulai besok, karena besok Anda akan berkata yang sama "ah besok saja". Padahal, tidak ada jaminan kalau Anda akan ketemu hari esok.

Cikaracak ninggang batu Laun-laun jadi legok


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/03/tujuh-kebiasaan-orang-kreatif.html[/postlink]Para pakar kreatifitas menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi kreatif dan kreatifitas itu sendiri dapat dipelajari dan ditingkatkan. Memang, faktor-faktor seperti pengetahuan, penguasaan teknik, pengalaman praktis, dan motivasi sangat penting peranannya dalam membuka dan mengembangkan potensi kreatifitas. Namun, tak kalah penting adalah pengembangan kebiasaan-kebiasaan positif yang merangsang cara berpikir atau tindakan kreatif.

Kebiasaan adalah tingkah laku yang dijalankan secara konsisten dan berulang-ulang. Sementara kebiasaan kreatif adalah tingkah laku yang dijalankan secara konsisten, yang berakibat pada lahirnya berbagai bentuk output kreatif. Orang kreatif memiliki kebiasaan-kebiasaan positif yang mampu mengeliminir aral kreatifitas, dan ujung-ujungnya adalah mengaktualisasikan potensi kreatif. Begitu melekatnya kebiasaan tersebut sehingga memunculkan karakteristik khusus yang menggambarkan seperti apa orang kreatif itu. Sesungguhnya, bagi mereka yang merasa dirinya tidak atau kurang kreatif, mengembangkan kebiasaan kreatif menjadi cara yang ampuh untuk mengaktualisasikan potensi atau meningkatkan kreatifitasnya. 


Nah, kebiasaan-kebiasaan positif apa yang kondusif bagi proses kreatif? Berikut pembahasannya: 
1. Bersikap terbuka Satu kebiasaan utama orang kreatif adalah pada sikapnya yang terbuka terhadap segala macam ide, gagasan, dan pemikiran, mulai dari yang lurus-lurus saja sampai yang tergolong kontroversial. Ini bertolak belakang dengan kecenderungan kebanyakan orang yang hanya menerima hal yang disukai, diinginkan, dan tidak bertentangan dengan dirinya. 
Bagi orang kreatif, sesuatu yang lain daripada yang lain, yang baru, yang menantang, yang sekilas nampak tidak masuk akal, yang mengandung misteri, atau segala sesuatu yang begitu mengusik rasa ingin tahunya, merupakan menu menggairahkan yang setiap waktu memenuhi perhatiannya. Kebiasaan inilah yang mengondisikan pikiran orang-orang kreatif selalu dalam keadaan terbuka, peka, dan siap menerima hal baru. 
Kebiasaan ini memudahkan mereka beradaptasi dan merespon secara positif (positive thinking) berbagai bentuk perubahan di sekelilingnya. 
Inilah kelebihan orang-orang kreatif sehingga banyak perubahan, penemuan teknologi baru, atau karya-karya spektakuler yang muncul dari proses kreatif mereka. Hampir semua perubahan besar dan strategis menuntut pergeseran-pergeseran atau bahkan pembalikan atas paradigma lama. Hanya dengan paradigma yang terbuka saja maka perubahan-perubahan besar bisa terjadi. Dalam dunia pemasaran pun, perubahan-perubahan radikal hanya bisa disuguhkan oleh perusahaan-perusahaan yang memberi peran penting kepada orang-orang kreatif. 


2. Berani mencoba Tak ada yang bisa menandingi keberanian orang-orang kreatif dalam bereksperimen dengan hal-hal baru, asing, atau bahkan yang nampak tidak masuk akal. Sejalan dengan sikapnya yang terbuka dan hasrat ingin tahunya yang besar, orang kreatif selalu mencoba banyak hal baru. Orang kreatif sama saja dengan kebanyakan orang yang memiliki rasa takut terhadap hal-hal tertentu yang tidak sepenuhnya dia kenal. Yang membedakan dia dengan orang kebanyakan hanyalah pada tingkat keberaniannya untuk mencoba. Dengan mencoba orang kreatif menemukan banyak hal baru, memecahkan teka-teki atau misteri yang membuatnya penasaran, dan tentu saja memuaskan hasrat ingin tahunya yang begitu besar. Pengalaman mencoba adalah sesuatu yang sangat bernilai bagi orang kreatif. Ini membawanya kepada kebiasaan berikutnya yang tak kalah pentingnya; menyukai tantangan. 


3. Menyukai tantangan Jika ditanya hal apa yang bisa begitu menggerakkan orang-orang kreatif menuju karya-karya spektakuler mereka, jangan heran kalau jawabannya adalah tantangan. Orang-orang kreatif adalah para master dalam membangkitkan antusiasme dan motivasi berkreasi, baik dari dalam maupun dari luar. Ia bisa menciptakan tantangan-tantangan pribadi dan merespon secara kuat tantangan dari luar. Tantangan selalu mengusik, mengganggu, bahkan menghantui orang kreatif. Pada saat yang sama, tantangan menjadi sumber energi yang luar biasa yang memacunya untuk berani menghadapi, bahkan mengalahkan tantangan tersebut. Jadi, tantangan menjadi bagian dari aktualisasi diri orang-orang kreatif. Menyongsong tantangan selalu berarti kesempatan untuk meneguhkan jatidirinya. Sementara menghindari atau melewatkan tantangan selalu berarti mengeroposkan pondasi keyakinan diri dan eksistensinya. Maka jangan heran jika catatan rekor dunia dipenuhi oleh aksi-aksi ekstrim dan spektakuler dari orang-orang kreatif ini. 


4. Mengolah Hati-hati memberi perintah kepada orang kreatif. Jika perintah Anda tidak detail atau tanpa rambu-rambu yang jelas, bisa-bisa Anda jadi gemas dengan cara dia menggocek sana-sini untuk mencapai tujuan sesuai dengan seleranya. Jangan berharap orang kreatif rela membiarkan sesuatu berjalan atau dalam keadaan seperti yang sudah-sudah, apa adanya, biasa-biasa saja, dan memuaskan orang-orang konservatif. Jangan pula heran jika melihatnya sering sibuk menambah, mengurangi, membagi, memperkecil, memperbesar, memadukan, memoles, atau sedang asyik menjungkirbalikkan dalil-dalil konvensional. Orang-orang kreatif sangat ahli dalam menyiasati berbagai bentuk aral eksternal. Mereka juga cenderung independen dalam melakukan aktivitasnya dan selalu memasukkan roh ‘kepribadiannya’ dalam proses tersebut. Proses kreatif —dan ini cenderung merambah ke segala bentuk proses— bagi orang kreatif berarti proses aktulaisasi diri. Dia selalu tertantang untuk mengolah aspek internal dan eksternal demi mencapai hasil —yang menurut perkiraan dan imajinasinya— lebih baik, bernilai, unik, dan lebih bercita-rasa. 


5. Imajinatif Jika Anda melarang orang-orang kreatif berimajinasi, maka Anda seperti melempar mereka ke tengah-tengah gurun yang panas terik gersang meradang nan kerontang tanpa setetes air pun. Berlebihan! Imajinasi adalah karunia ilahi yang dasyat yang hanya dihadiahkan Tuhan YME kepada mahkluk kesayangannya, yaitu umat manusia. Imajinasi adalah nafasnya kreatifitas. Tanpa imajinasi tidak ada kreatifitas. Dengan imajinasinya orang-orang kreatif mampu menciptakan dunia yang tak terbatasi oleh dimensi waktu; masa lalu, masa kini, masa mendatang, atau masa yang hingga kini belum terdefinisikan. Orang kreatif terbilang memanjakan imajinasinya, sesuatu yang dia pelajari dari kebiasaan anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka. Orang kreatif cenderung terus menyegarkan imajinasinya dengan teknik-teknik, stimulan-stimulan, aktivitas, kebiasaan, bahkan ritual tertentu. Dengan kekuatan imajinasi inilah orang mendapat bahan mentah bagi proses kreatif dan hasil inovatifnya. 


6. Menyukai variasi Orang kreatif kurang menyukai hal-hal yang sifatnya monolitik, monoton, dikotomis, hitam-putih, benar-salah, atau pengkategorian-pengkategorian yang membatasi ekspresi kreatifnya. Sebaliknya mereka terbiasa untuk berpikir alternatif, menyuguhkan pilihan-pilihan, dan variasi. Bagi orang-orang kreatif, banyak hal terasa begitu cepat membosankan. Namun kebosanan mereka bukanlah kebosanan sederhana, yaitu kebosanan yang pemecahannya tergantung pada sumber-sumber pemenuhan dari luar dirinya. Kebosanan orang kreatif adalah kebosanan yang menantang dan menggerakkan dirinya untuk menemukan hal baru. Caranya? Ya, dengan mendayagunakan sumber-sumber, potensi, dan kemampuan mereka sendiri.


7. Bergairah Sikap terbuka, keberanian mencoba, suka tantangan, variasi, dan memanjakan imajinasi membuat orang-orang kreatif selalu bergairah dalam segala yang dikerjakannya. Mereka seperti menikmati aliran energi kreatif sehingga nampak begitu terfokus, tak kenal lelah, suka lupa waktu, dan enggan diganggu jika berada dalam zona kreatifnya. Kebiasaan orang-orang kreatif adalah menikmati dinamika masalah atau selalu mengalahkan tantangan yang dihadapi dengan antusias dan optimis. Ini yang membuat mereka begitu kaya dengan gagasan dan produktif dalam pekerjaannya. Orang kreatif memang selalu nampak segar dan dinamis. Jangan lupa, kegairahan itu pun menunjukkan kemampuan mereka dalam mengalirkan energi positif pada diri sendiri maupun orang lain. Sebab itulah mereka cenderung menikmati humor, bahkan memanfaatkannya sebagai metode-metode khusus dalam memecahkan masalah. Tak sedikit dari mereka adalah penikmat atau produsen humor yang sejati.

Tujuh Kebiasaan Orang Kreatif


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/02/sebelum-mengeluh.html[/postlink]
Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa nasib kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang terus memohon kepada Allah SWT untuk diberikan pendamping hidup.
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan bersyukurlah kepada Allah SWT bahwa kamu masih hidup
Life is a gift.
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it… And fulfill it.
Note :
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan.
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya.
It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Sebelum Mengeluh...


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/02/impian-dan-kemampuan-mengelola-pikiran.html[/postlink]
Betapa sering kita mengagumi berbagai hal di sekeliling kita. Kita mengagumi ciptaan Tuhan, seperti alam semesta dengan segala isinya: gunung-gunung, lautan, sungai, hutan, dan segala keindahan ciptaanNya yang menakjubkan. Kita juga bahkan mengagumi keindahan dan kecanggihan ciptaan manusia, seperti gedung-gedung tinggi, komputer, peralatan komunikasi, pesawat luar angkasa bahkan berbagai simbol kemewahan seperti: baju Ralph Laurent, sepatu Bally, pena Mont Blanc, dasi Giorgio Armani, dan berbagai jenis mobil mewah seperti Mercedez Benz, BMW, Jaguar, dan sebagainya.Kita seringkali dibuat takjub oleh hal-hal yang berada di luar kita tersebut. Tetapi di sisi lain kita justru sering tidak menyadari dan tidak pernah mengucap syukur atas ciptaan Tuhan yang luar biasa dan yang merupakan maha karya (master piece) Tuhan yang paling sempurna (the ultimate creation) dari seluruh ciptaanNya yang lain, yaitu kita, manusia. Setiap kita adalah sangat berharga, bernilai tinggi, unik, dan sangat indah serta jauh lebih berharga dibandingkan apa pun di dunia ini.
Pernahkah kita menyadari bahwa tubuh kita terdiri atas 200 bentuk tulang yang berbeda yang terangkai dan tersusun secara sempurna; dibungkus dengan milyaran serat otot dan dikoordinasikan oleh jaringan syaraf yang panjangnya tidak kurang dari 10 kilometer. Jantung kita adalah sebuah pompa mekanik yang mengagumkan, yang berdenyut rata-rata 36 juta kali setiap tahunnya sepanjang hidup kita, tanpa pernah beristirahat. Sedangkan otak kita merupakan komputer canggih yang mengendalikan lebih dari seratus tugas (super multi tasking) secara bersamaan dalam sistem tubuh kita.
Pernahkah pula kita sadari bahwa setiap kita adalah unik dan setiap kita berbeda dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang identik atau sama, bahkan saudara kembar identik pun tidak. Artinya sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, setiap kita juga memiliki kelebihan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain. Keyakinan itulah yang harus mendasari setiap pergumulan dan upaya kita meraih hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.
Pernahkah kita menyadari bahwa seorang tukang parkir yang berdiri di samping sebuah mobil Mercy S700, adalah jauh lebih mengagumkan dan luar biasa dibandingkan dengan mobil tersebut. Sang tukang parkir adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, sedangkan mobil mewah adalah ciptaan manusia; tetapi kita justru lebih mengagumi mobil tersebut dibandingkan seorang manusia yang tercipta dalam kesempurnaan ilahi.
Menurut Stephen Covey, ada empat anugerah Tuhan kepada manusia yang spesifik tidak dimiliki oleh ciptaanNya yang lain. Ke empat anugerah ilahi itulah yang membuat manusia unik dan memiliki daya untuk menjadi co-creator bagi kehidupannya.
1. Kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang proses berpikir kita sendiri. Ini yang menjadi alasan mengapa manusia memiliki kekuasaan atas semua benda di dunia ini dan mengapa manusia dapat membuat kemajuan penting dari generasi ke generasi.
2. Imajinasi, yaitu kemampuan untuk mencipta di dalam benak kita di luar realitas kita saat ini.
3. Suara hati, yaitu kesadaran batin yang dalam tentang yang benar dan yang salah, tentang prinsip-prinsip yang mengatur perilaku kita, dan pengertian tentang tingkat di mana pikiran dan tindakan kita selaras dengan prinsip-prinsip tersebut.
4. Kemauan, yaitu kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri kita, bebas dari semua pengaruh lain.
Dengan keempat anugerah Ilahi tersebut berarti sesungguhnya kapasitas manusia tidak terbatas. Hal ini karena kita memiliki semua hal yang diperlukan untuk mencipta (imajinasi) berdasarkan tuntunan atau panduan suara hati yang mewujud atas kesadaran diri dan terdorong oleh kehendak bebas dalam diri kita.
Kalau kita perhatikan sekeliling kita, semua benda ciptaan manusia, tidak ada satu pun yang tercipta tanpa terlebih dulu melalui proses imajinasi dan upaya yang tidak kenal lelah untuk mewujudkannya (kehendak bebas) dan berdasarkan tuntunan intuisi, ilham atau inspirasi. Artinya setiap kita juga memiliki kemampuan unik tersebut untuk mencipta dan mewujudkan setiap imajinasi atau gambaran mental yang ada dalam pikiran kita menjadi realitas fisik atau kenyataan.
Analogi Gunung Es dan Kekuatan Tersembunyi Kita
Setiap manusia pada dasarnya tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya, sampai akhirnya pada suatu titik ketika beberapa orang yang sukses dapat menemukan rahasia tersebut dan menjadi dan atau memperoleh apa pun yang mereka impikan dan inginkan selama ini. Kekuatan tersebut adalah seperti bagian gunung es yang tidak kita ketahui sebelumnya.
David J. Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking Big mengemukakan empat alasan atau dalih mengapa banyak orang tidak mencapai impian atau kesuksesan. Dalih tersebut antara lain adalah dalih kesehatan, dalih usia, dalih intelegensi dan dalih nasib. Ke empat hal itulah yang sering digunakan manusia untuk meyakinkan dirinya bahwa kesuksesan dan kehidupan yang luar biasa adalah bukan untuknya. Kita adalah sebatas pikiran kita. Pernyataan ini sangat tepat untuk menunjukkan bahwa apa pun jadinya kita, apa pun yang kita miliki semuanya tergantung dari apa yang kita pikirkan dan kita yakini.
Enam Kekuatan Utama Manusia
1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.
3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.
4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.
5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.
6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.
Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.
Note :
No one is born to lose. Everyone is born to win. And the biggest difference that separates the one from the other is the willingness to learn, to change, and to grow.
Renungan ini tidak akan banyak berarti dan tidak akan pernah dapat menginspirasi kita untuk mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan kita, mencapai kehidupan berkelimpahan, jika setiap kita yang membacanya tidak memiliki kemauan dan hasrat untuk belajar, untuk berubah dan bertumbuh.

Impian dan kemampuan mengelola pikiran


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/02/bagaimana-menyikapi-hidup.html[/postlink]
Banyak orang yang bertanya bagaimana menyikapi hidup?
ada yang bilang: “Jalani aja...”
ada yang bilang: “seperti air mengalir, jangan di bendung biar saja mengalir”
“Jangan kau lihat kebelakang...tataplah kedepan”
“Jangan hidup dengan masa lalu...jadikan masa lalumu membuat kau lebih hidup!”
“Jangan Melawan kehendak alam, dengarkan suara hatimu, dan jangan kau tentang nuranimu...”
“Jangan membuat hari-harimu menderita karena pikiranmu”
Semua pesan-pesan diatas, benar adanya.. tetapi semua penuh dengan kata JANGAN….. Jangan ini Jangan itu…. Jangan begini Jangan begitu… Sepintas memang kata-kata yang bijaksana…
Tetapi secara umum, orang yang sedang gundah, tidak senang mendengar kata JANGAN, karena baginya itu adalah larangan. dan siapapun tidak menyukai larangan, walalupun hai itu positif…
Jadi gimana dong?
Diganti kali yah sentuhan kata-katanya:
“Cobalah kita bersama menjalaninya...kamu tidak sendirian, saya pun sedang belajar melangkah dalam kehidupan ini...”
“Hidup ini memang seperti air yang mengalir, biarkanlah ia mengalir ke tempat-tempat yang memerlukannya…”
“Memang setiap manusia memiliki masa lalunya, bahagia dan sedih adalah satu proses yang kita jalani, semua itu dapat menjadikan kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan ini… mari melangkah mantap ke depan sana… langkahkan kakimu...satu dua...tiga…”
“Biarlah kau telah menderita kemarin, marilah isi kebahagiaan bagi masa depan nantinya”
Akhirnya:
Bersikap ramah pada siapaun merupakan kewajiban yang perlu kita jalankan...
Bersikap luwes pada apapun merupakan sikap yang perlu dikembangkan...
Tetapi tidak menjadi lemah dan lemes dalam menghadapi segala persoalan hidup...
Jalani dan isilah hari-harimu dengan hal-hal positif yang membuatmu tegar...

Bagaimana Menyikapi Hidup


[postlink]https://gillaullikcreation.blogspot.com/2010/02/menikmati-kesulitan-dan-tantangan.html[/postlink]
Kekuatan tidak didapat dari duduk santai dan pekerjaan gampangan. Kita bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan. Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter kita akan ditempa dengan kesulitan yang kita temui.
Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan dalam hidup, hanyalah agar kita lebih mengenali kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat kita menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang kita lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.
Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.
Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat kita inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup kita akan terasa manis.
Tahukah Kita.??
Nelayan-nelayan Jepang menggunakan bantuan burung Kormoran hidup untuk menangkap ikan. Kormoran adalah jenis burung laut pemakan ikan dengan kaki berselaput dan memiliki paruh berkantung seperti pelikan. Para nelayan Jepang kerap menjepit sayap Kormoran dan membawa kira-kira 10 hingga 12 ekor Kormoran dalam sebuah perahu kecil, selain diikat dengan tali, leher Kormoran dipasangi cincin kecil terbuat dari logam yang pas dengan ukuran leher Kormoran.
Kormoran selanjutnya dilepas untuk menangkap ikan. Saat ikan didapat, Kormoran tidak bisa menelannya karena ikan yang didapat tidak bisa melewati lehernya yang dijepit cincin logam. Saat itulah nelayan menarik Kormoran, lalu membuka mulutnya dan mengambil ikan di dalamnya, untuk selanjutnya melepas Kormoran kembali menangkap ikan. Kormoran akan terus menyelam dan menangkap ikan walau akhirnya ikan itu akan selalu diambil oleh nelayan.
Note :
Kata-kata Bijak Hari ini :Agar dapat membahagiakan seseorang,………… isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan laparnya dengan makanan.!!
(Frederick E. Crane)

Menikmati Kesulitan dan Tantangan